Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Manokwari Resmi Buka P2P 2026, Cetak Pengawas Partisipatif Menuju Pemilu 2029 Bermartabat

Zoom Meeting Pembukaan P2P 2026 Bersama Bawaslu Provinsi Papua Barat

Zoom Meeting  Pembukaan P2P 2026 Bersama Bawaslu Provinsi Papua Barat, Oleh Anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat, Menahen Julen Sabarofek

Manokwari — Dalam rangka menindaklanjuti Surat Keputusan Nomor 73 Tahun 2026 tentang Standar Pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), Bawaslu Provinsi Papua Barat melaksanakan rapat koordinasi persiapan kegiatan P2P Tahun 2026 bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Papua Barat.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada hari Senin, 20 April 2026, yang dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Kordiv P2H) Bawaslu Provinsi Papua Barat, Menahen Sabarofek. Dalam rapat tersebut dibahas berbagai hal teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk mekanisme rekrutmen peserta, persyaratan, serta tahapan pelaksanaan P2P.

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Manokwari membuka rekrutmen peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 pada tanggal 21 hingga 27 April 2026. Selama periode pendaftaran, tercatat sebanyak 24 orang mendaftar untuk mengikuti program ini. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 20 orang peserta dinyatakan lolos dan berhak mengikuti kegiatan P2P Tahun 2026.

Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 secara resmi dibuka melalui pertemuan tatap muka (offline) yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Manokwari. Pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan peran masyarakat dalam pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk ikut mengawal demokrasi secara aktif dan bertanggung jawab.

“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin melahirkan generasi pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami kepemiluan, tetapi juga memiliki komitmen menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat menuju Pemilu 2029,” ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis Bawaslu di tengah masyarakat dalam melakukan pengawasan partisipatif terhadap setiap tahapan Pemilu.

“Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas Bawaslu semata, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat. Karena itu, peserta P2P diharapkan mampu menjadi agen demokrasi dan penyambung edukasi kepemiluan di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi pengawas partisipatif yang aktif serta mampu berkontribusi dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat menuju Pemilu 2029.

 

Penulis : Dian Sari

Dokumentasi : Dian Sari

Editor : Kasubbag SDM & Administrasi