Bawaslu Manokwari dan Polbangtan Perkuat Konsolidasi Demokrasi bagi Pemilih Pemula
|
MANOKWARI — Bawaslu Kabupaten Manokwari terus memperluas sinergi dengan perguruan tinggi dalam mendorong pendidikan demokrasi, literasi kepemiluan, serta pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Konsolidasi Demokrasi bersama Civitas Akademika Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Polbangtan Manokwari, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–12.30 WIT tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari Samsudin Renuat bersama jajaran staf. Dari pihak Polbangtan Manokwari, turut hadir Wakil Direktur II, Dr. Mikhael, S.P., M.Si, bersama sejumlah pegawai dan peserta dari lingkungan kampus.
Konsolidasi ini membahas sejumlah isu strategis, khususnya penguatan edukasi demokrasi, literasi kepemiluan dan pencegahan hoaks bagi pemilih pemula. Mahasiswa dipandang memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat sekaligus menjadi bagian dari pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Polbangtan Manokwari menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan demokrasi di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya memiliki peran sebagai pemilih, tetapi juga dapat terlibat dalam berbagai aktivitas kepemiluan dan menjadi bagian dari masyarakat yang turut mengawal proses demokrasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Manokwari, Samsudin Renuat, menyampaikan bahwa perguruan tinggi merupakan salah satu ruang strategis untuk membangun pemahaman demokrasi dan kepemiluan sejak dini, khususnya bagi mahasiswa yang berada pada kelompok pemilih pemula dan pemilih muda.
“Kampus merupakan ruang yang sangat strategis untuk membangun kesadaran demokrasi. Karena itu, kolaborasi Bawaslu dengan Polbangtan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus diarahkan pada program yang memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta pentingnya melawan hoaks dan informasi yang menyesatkan,” ujar Samsudin.
Ia menambahkan, pendidikan demokrasi perlu dibangun melalui pemahaman yang benar mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, etika dalam berdemokrasi, serta keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses kepemiluan.
Dorong Pengawasan Partisipatif di Lingkungan Kampus
Dalam konsolidasi tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya menjaga netralitas dan profesionalitas institusi pendidikan. Pendidikan politik dan demokrasi perlu dibedakan secara jelas dari keterlibatan dalam politik praktis.
Karena itu, edukasi kepada mahasiswa akan diarahkan pada penguatan literasi kepemiluan, pencegahan politik uang, netralitas, hoaks, ujaran kebencian, serta pemahaman mengenai potensi pelanggaran dalam proses Pemilu.
Bawaslu dan Polbangtan juga melihat adanya ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan melalui sosialisasi kepemiluan, pendidikan pengawasan partisipatif, diskusi demokrasi, peningkatan literasi politik mahasiswa, hingga pemanfaatan media sebagai sarana edukasi demokrasi.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat komunikasi dan koordinasi kelembagaan antara Bawaslu Kabupaten Manokwari dan Polbangtan Manokwari. Kedua pihak berkomitmen membangun pola komunikasi yang lebih baik dalam pelaksanaan kerja sama ke depan.
MoU dan Program Bersama Menjadi Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut konsolidasi, Bawaslu Kabupaten Manokwari dan Polbangtan Manokwari berencana menyusun Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama kelembagaan. Kerja sama tersebut selanjutnya dapat dijabarkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk program-program tertentu.
Sejumlah program yang direncanakan antara lain pendidikan politik dan kepemiluan, pengawasan partisipatif bagi mahasiswa, sosialisasi pemilih pemula, edukasi pencegahan politik uang, netralitas, hoaks, ujaran kebencian, serta etika bermedia sosial.
Selain itu, terdapat rencana pengembangan atau penguatan komunitas pengawasan partisipatif di lingkungan Polbangtan Manokwari. Mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran sebagai agen edukasi demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
Kolaborasi juga berpotensi dikembangkan melalui program magang mahasiswa, penelitian dan kajian bersama, serta pemanfaatan media sebagai sarana penyebarluasan informasi dan edukasi kepemiluan.
Bawaslu Kabupaten Manokwari berharap tindak lanjut kerja sama tersebut dapat dilaksanakan secara terkoordinasi, terukur, dan berkelanjutan. Dengan demikian, sinergi antara Bawaslu dan Polbangtan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami demokrasi dan kepemiluan secara lebih substantif.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kabupaten Manokwari terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam membangun budaya demokrasi yang sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses Pemilu melalui pengawasan partisipatif.
Penulis : Kristopel Manulang
Dokumentasi : Yan Arunggear
Editor : Kasubbag SDM & Administrasi