Serius Kawal Hak Pilih, Bawaslu Manokwari Aktif di KELADI #3 Bahas Akurasi Data Pemilih
|
Papua Barat – Bawaslu Provinsi Papua Barat kembali menyelenggarakan Kelas Literasi Demokrasi (KELADI) #3 dengan mengusung tema “Dari Data Menuju Demokrasi: Mengapa Akurasi Data Pemilih Penting?”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 20 Februari 2026 pukul 14.00 WIT.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Pimpinan dan Staf Bawaslu Provinsi Papua Barat serta Pimpinan dan Staf Bawaslu Kabupaten se-Papua Barat. Forum ini menjadi ruang pembelajaran bersama dalam memperkuat kapasitas pengawasan, khususnya terkait pentingnya akurasi data pemilih sebagai fondasi demokrasi yang berkualitas.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh peserta, terutama staf, dalam kegiatan KELADI.
“Keterlibatan staf dalam Kelas Literasi Demokrasi (KELADI) diharapkan aktif karena menjadi penting, karena pemanfaatan forum ini sebagai pembelajaran bersama,” ujar Elias Idie.
Ia menambahkan bahwa kelas literasi demokrasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk memperkuat pemahaman, integritas, dan profesionalitas jajaran pengawas pemilu dalam menjalankan tugas pengawasan.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari Anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat, Menahen J. Sabarofek, yang bertindak sebagai pemantik diskusi. Dalam pengantarnya, ia menekankan bahwa data pemilih yang akurat merupakan elemen krusial dalam menjamin hak pilih warga negara sekaligus mencegah potensi pelanggaran dan sengketa pemilu.
Diskusi dipandu oleh moderator Saleh Safua dan menghadirkan Inggrit Sabubun sebagai pemapar materi. Dalam paparannya, Inggrit menekankan prinsip keakuratan data sebagai pilar utama dalam proses demokrasi. Ia menjelaskan bahwa data pemilih yang tidak akurat dapat berdampak pada hilangnya hak pilih, munculnya data ganda, hingga menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemilu.
Beberapa prinsip yang ditekankan dalam pengelolaan data pemilih antara lain:
Validitas dan Ketepatan Data – memastikan setiap pemilih terdaftar secara benar sesuai identitas dan domisili.
Pemutakhiran Berkala – melakukan pembaruan data secara berkelanjutan untuk mengakomodasi perubahan status kependudukan.
Transparansi dan Akuntabilitas – membuka ruang partisipasi publik dalam proses pencermatan dan perbaikan data.
Pengawasan yang Efektif – memastikan setiap tahapan pemutakhiran data berjalan sesuai regulasi.
Melalui KELADI #3 ini, Bawaslu Provinsi Papua Barat berharap seluruh jajaran pengawas pemilu semakin memahami bahwa akurasi data pemilih bukan hanya persoalan administratif, melainkan bagian fundamental dalam menjaga kualitas demokrasi dan melindungi hak konstitusional warga negara.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang menunjukkan antusiasme peserta dalam memperdalam pemahaman terkait pengawasan data pemilih. KELADI akan terus menjadi ruang literasi dan refleksi bagi jajaran Bawaslu dalam memperkuat demokrasi yang berintegritas di Papua Barat.
Penulis : Risky Heda
Dokumentasi : Pahala Nando Siahaan
Editor : Bernard Menanti